Jumat, 20 Agustus 2010
Sikap Rama Lumrah, tapi Disayangkan
Pembohongan kepada publik yang dilakukan oleh blogger Eko Ramaditya Adikara ditanggapi beragam oleh para blogger Indonesia. Ada yang kaget dan menyayangkannya, tetapi ada pula yang memakluminya.
Kasus kayak gini adalah hal yang mudah terjadi di dunia maya. Di internet itu, untuk bisa dipercaya itu adalah dengan membangun reputasi. Sayangnya, Ramaditya melakukannya dengan cara yang salah
-- Eko Juniarto

Seperti diberitakan sebelumnya, Rama meminta maaf karena telah melakukan pembohongan kepada publik mengenai klaimnya sebagai penggubah lagu yang menjadi soundtrack dalam beberapa game Jepang. Ia mengaku melakukan itu untuk meningkatkan popularitasnya sebagai seorang komposer musik tunanetra.

Sejumlah blogger yang dihubungi Kompas.com menyayangkan sikap Rama tersebut. Bagaimanapun juga, Rama sudah mampu membelalakkan mata sebagian orang Indonesia dengan kemampuannya sebagai blogger. Apalagi, ia kemudian membuat buku Blind Power: Berdamai dengan Kegelapan.

"Aku pernah lihat bukunya. Kagum saja sih waktu itu. Orang kita yang lengkap (secara fisik) saja belum tentu bisa seperti itu," kata Leonita Julian yang acap menulis online diary di www.leonisecret.com.

Eko Juniarto, pemilik ryosaeba.wordpress.com, menganggap tindakan plagiarisme yang dilakukan Rama itu adalah hal lumrah di jagat maya. Seseorang bisa dengan mudah melakukannya untuk meraih kepercayaan dari sesama netter.

"Kasus kayak gini adalah hal yang mudah terjadi di dunia maya. Di internet itu, untuk bisa dipercaya itu adalah dengan membangun reputasi. Sayangnya, Ramaditya melakukannya dengan cara yang salah," kata Eko, yang belakangan ini gencar membahas plagiarisme sebuah media massa online di dalam blognya.

Eko menyayangkan sikap Rama yang terkesan tidak kapok dengan perbuatannya tersebut. "Dulu dia pernah ketahuan juga, tapi sebulan kemudian dia tampil di televisi dengan sikap yang sama," ungkap Eko.

"Kalau cuma untuk tenar, dia dengan tunanetra (dan menjadi blogger) itu sudah terkenal," kata Maria Golda yang menulis online diary di www.9olda.net sejak 2005. "Menurut aku, (dengan pembohongan kepada publik itu) dia menurunkan integritas dia saja."

Rama sudah meminta maaf kepada publik tentang kesalahannya tersebut. Buku Blind Power: Berdamai dengan Kegelapan juga sudah ditarik dari peredaran, meskipun hal itu tak menutupi kemampuannya sebagai blogger tunanetra yang mahir mengetik cepat.
posted by admin @ 05.47   0 comments

Previous Post
Archives
Links
Template by
Blogger Templates